Advice to women about supplements—use selectively

 

Once we believed it was possible to compensate for dietary deficiencies by popping a multivitamin every day. But research suggests that multivitamins may not be all they’re cracked up to be.

Moreover, many multivitamins contain some micronutrients in amounts greater than those recommended in the government’s Dietary Guidelines for Americans. If you choose to take a multivitamin, take one daily—no more. It’s an especially bad idea to take extra multivitamins in an effort to ramp up your intake of a single micronutrient. Doing so means you’re sure to get too much of other vitamins and/or minerals, which can be harmful.

Meanwhile, the benefits of multivitamins remain uncertain. The Women’s Health Initiative study concluded that postmenopausal women who took multivitamins did not have a lower death rate than others and were just as likely to develop cardiovascular disease or cancers of the lung, colon and rectum, breast, and endometrium. These results are consistent with findings from other studies. And in 2006, the NIH said there wasn’t enough evidence for a recommendation about taking multivitamins.

Little or no evidence of protection

There’s also been little or no evidence of protection against cardiovascular disease or cancers from a number of individual vitamin supplements, including vitamin E, vitamin C, beta carotene, and the B vitamin trio — B6, B12 , and folic acid. Recent research suggests that potential harm has been added to the mix. In 2008, a Cochrane Collaboration review found that low-risk people in trials for a host of diseases who were given supplements of vitamin A, vitamin E, and beta carotene had a slightly higher death rate. And there’s some evidence that excess folic acid (the synthetic version of folate, a vitamin found abundantly in vegetables, fruits, and grains) may be contributing to an uptick in colon polyps. Both observations warrant further study.

Experts agree that the best way to get the nutrients we need is through food (see list of nutrient-dense foods below). It is likely that what counts is the synergistic interactions of these nutrients — which might also help explain why trials of single nutrients often don’t pan out.

However, it may be too soon to draw the line on all supplements. Adequate calcium and vitamin D are essential in preserving bone density. Although you may be getting the recommended 1,200-mg calcium requirement in your diet, it may be almost impossible to get the recommended 1,000 mg of vitamin D, which is essential for calcium absorption, through food intake and sun exposure.

Leave a comment »

Phytoestrogen

Apa itu fitoestrogen?

 

Fito = tanaman, estrogen = hormone wanita.

Jadi fitoestrogen adalah senyawa kimia yang dapat bekerja seperti estrogen (karena mempunyai cincin fenol), yang diperoleh dari proses pencernaan kita (proses fermentasi serat tanaman oleh bakteri di usus besar) setelah makan tumbuhan tertentu (buah, sayur, biji2an).

 

Ada 3 jenis utama fito estrogen: isoflavon, coumestan, lignan

Isoflavon merupakan nama umum, terdiri dari > 1000 jenis. Yang diteliti terutama genistein dan daidzein karena kandungan zat estrogenic (zat yang bekerja seperti estrogen)nya paling besar.

 

Makanan sumber

Genistein dan deidzein terutama terdapat dalam kedele. Kacang polong, semanggi, lentil dan biji-bijian. Kandungan fitoestrogen tergantung cara memroses kedelainya. Kadar fitoestrogen dari prodak turunan biji kedelai (susu, tepung kedelai) lebih rendah dibandingkan kedelai murni.

Lignan terutama terdapat dalam minyak biji2an seperti flaxseed, dan lebih sedikit dalam lentil, biji gandum utuh, kacang2an, buah dan sayur.

Coumestan lebih jarang dimakan, terutama terdapat dalam semanggi dan kecambah alfalfa

Bagaimana manusia memperoleh fitoestrogen dari tanaman:

 

Bila kita makan tanaman yang disebut diatas, sebenarnya senyawa yang dimakan bukan fitoestrogen yang aktif. Dengan proses ensimatik dalam saluran cerna dan bantuan fermentasi oleh bakteri, senyawa aktif baru diperoleh. Kemampuan mencerna dan menggunakan zat aktif ini berbeda untuk tiap hewan dan manusia maupun jenis kelamin. Dikatakan wanita lebih mudah menggunakannya.

 

Tiap jenis fitoestrogen mempunyai zat aktif yang berbeda, sehingga bekerja direseptor yang berbeda dalam tubuh. Akibatnya mempunyai manfaat yang berbeda-beda pula.

 

Dasar penelitian manfaat kedelai:

 

Penelitian tentang manfaat fitoestrogen dimulai dari kenyataan angka kejadian (insidens) kanker wanita asia lebih rendah dari wanita USA. Selain itu gejala premenopouse wanita Asia juga lebih ringan. Diduga factor genetic atau makanan wanita Asia berbeda dengan USA. Ternyata wanita Asia yang bermigrasi ke USA setelah 2 generasi, angka insidens kanker payudaranya hamper sama dengan masyarakat setempat. Sehingga factor genetic dapat disingkirkan. Kemudian diperiksa jenis makanan orang Asia 20-150 mg kedelai/hari sedangkan wanita USA 1-3 mg/hari.

Dari penelitian tersebut diperkirakan kedelai bermanfaat mencegah gejala menopause, osteoporosis, kanker dan penyakit jantung.

 

Penelitian manfaat fitoestrogen:

 

Hingga saat ini manfaat fitoestrogen dan dosis untuk memperoleh manfaat tersebut masih diteliti dan sangat simpang siur karena penelitian yang besar umumnya dilakukan pada hewan dan dalam laboratorium. Penelitian langsung pada manusia umumnya menggunakan jumlah sampel yang kecil, sehingga kesimpulan untuk menggeneralisasi hasilnya tidak dianjurkan.

 

Beberapa penelitian memperoleh hasil yang berbeda, sebab:

  1. Penggunaan senyawa aktifnya saja ternyata kurang baik, sedangkan bila kita makan produk utuh (makanan aslinya), hasilnya lebih baik. Mungkin karena serat yang dikandung menghasilkan senyawa lain pada proses fermentasi.
  2. Aktifitas senyawa ini berbeda pada tiap manusia, tergantung siklus menstruasi.

 

Pengaruh fitoestrogen yang bisa disimpulkan sementara:

1.      Antioksidan. Senyawa aktifnya adalah equol, yang diperoleh dari biotransformasi daidzein, yaitu senyawa yang diperoleh dari pencernaan kedelai.

2.      Menghambat pertumbuhan kanker pada hewan. Cara kerjanya melalui 1) menghambat kerja DNA (DNA adalah pola untuk membentuk sel baru dengan cetakan yangsama. Sel kanker adalah hasil pembelahan sel baru tapi bentuknya tak mengikuti “pola” awal), 2) menghambat pembentukan pembuluh darah baru (kanker adalah jaringan yang “baru” karena diberi makan oleh pembuluh darah “baru” yang banyak di wilayah itu, 3) meningkatkan apoptosis (tiap sel mempunyai kemampuan bunuh diri, yang sangat diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan jumlah sel. Jadi kalau sel kanker banyak, diharapkan sel itu mau mati sendiri)

      Manfaat pencegahan kanker ini terutama dari genistein melalui jalur penghambatan hidrogen peroksida yang merangsang pertumbuhan tumor dan menghambat ensim tirosin kinase yang menghambat pertumbuhan sel.

3.      Kanker payudara. Genistein mempunyai efek estrogenik yang sangat lemah. Penelitian sel kanker dalam laboratorium, Genistein mempunyai kerja yang berbeda pada kadar estrogen yang berbeda. Pada kadar estrogen tinggi, sifat genistein adalah anti estrogen, pada kadar estrogen rendah (menopause), sifat genistein adalah seperti estrogen. Sehingga pada wanita premenopause kerjanya menghambat terjadinya kanker, namun sebaliknya pada wanita menopause. Namun penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengambil kesimpulan ini.

4.      Penyakit jantung pembuluh darah. Fitoestrogen dikatakan dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan HDL. Juga mencegah pembentukan plak atherosklerosis. Kemungkinan cara kerjanya adalah dengan meningkatkan pembuangan empedu (bahan dasarnya adalah kolesterol darah), menghambat penyerapan lemak karena adanya serat. Pada penelitian ini makan kedelai utuh hasilnya bermakna menurunkan kolesterol dibandingkan makan soy isolat karena peran serta serat dalam menghambat penyerapan dan berkontribusi terhadap penurunan konsumsi hewan (yang kandungan asam lemak jenuhnya tinggi) akibat peningkatan konsumsi kedelai. Selain itu fitoestrogen juga memperbaiki kerja hormon tiroid.

5.      Osteoporosis. Ipriflavone adalah turunan deidzein yang dibuat secara sintetis. Dari penelitian, penggunaan 400 mg/hari selama 2 tahun, memberi efek mencegah osteoporosis. Yang harus diingat, preparat ini adalah sintetis, penggunaan bahan alamiah memerlukan dosis yang sangat tinggi.

6.      Gejala menopause. Dikatakan penelitian menggunakan 45-60 g protein kering yang diisolasi dari kedelai perhari selama 3 minggu, dapat mengurangi gejala kemerahan pada muka akibat menopouse. Yang perlu dipertimbangkan adalah: 1) jumlah ini sangat besar (35 g tempe atau 1 potong ukuran sedang, hanya mengandung 6 g protein basah), 2) keuntungan dan kerugian pemberian fitoestrogen pada wanita menopause.

 

Dosis:

Hingga saat ini belum ada rekomendasi dosis masing-masing senyawa fitoestrogen, karena efektifitas penyerapan tiap jenis fitoestrogen tergantung jumlah dan jenis bakteri komensal yang ada diusus.

 

Kesimpulan:

Hingga saat ini belum ada rekomendasi penggunaan fitoestrogen untuk pengobatan dan batasab keamananya. Paling penting, jangan gunakan 1 jenis bahan makanan saja setelah kita mengetahui efek positifnya bagi kesehatan. Makan yang beragam pasti lebih baik, karena tubuh memerlukan berbagai nutrien. Tetapi mengonsumsi makanan dari tumbuhan (sayur, biji, kacang, buah) dalam jumlah jauh lebih besar dari hewan, pasti lebih baik karena kita akan memperoleh serat, vitamin-mineral lebih banyak dan membatasi asupan lemak jenuh.

Leave a comment »

Nutrisi pada penderita batu ginjal kalsium

 

 Dari mana batu ginjal kalsium berasal?

Batu ginjal disebabkan oleh bersatunya zat kalsium di saluran kemih. Kalsium di saluran kemih berasal dari kalsium dalam darah. Makin tinggi kadar kalsium dalam darah, kecenderungan terjadi batu ginjal makin besar. Namun pembentukan batu ini tidak semudah itu. Diperlukan bahan lain yaitu oksalat yang mempermudah pembentukan  batu, sehingga batu yang terjadi adalah batu kalsium-oksalat.

Kalsium dalam tubuh manusia

Kalsium dalam tubuh manusia, 99% disimpan dalam tulang dan gigi berfungsi sebagai struktur penyangga tubuh. Sedangkan 1-2% beredar dalam darah. Kalsium dalam darah diperoleh dari bahan makananyang diserap melalui saluran cerna, namun juga bisa diperoleh dari pemecahan kalsium yang semula disimpan dalam tulang.

Proses penyerapan kalsium makanan tidaklah sederhana. Diperlukan zat lain untuk membantu penyerapan ion kalsium serta bantuan vitamin D. Setiap hari kalsium dibutuhkan untuk proses normal kehidupan membran sel, penyaluran impuls listrik syaraf, digunakan untuk proses menggerakkan otot, membantu dinding pembuluh darah berdenyut untuk mengalirkan darah, proses pembekuan darah, mengatur metabolisme zat gizi, pengaturan hormon dan ensim dan masih banyak lagi. Kebutuhan harian kalsium elemental pada orang dewasa berkisar 1 gram/ hari. Namun kenyataannya asupan harian dari makanan tidak mencapai 400 mg/hari. Bila asupan tidak mencukupi pada hari itu, maka tubuh akan membongkar matriks tulang sebagai sumber kalsium. Sehingga, pada orang yang kurang mengonsumsi sumber kalsium, kadar kalsium dalam darahnya bisa tetap tinggi hingga suatu saat osteoporosis terjadi.

 Banyak zat dalam bahan makanan seperti fitat dan oksalat yang menghambat penyerapan kalsium. Kalsium yang tidak diserap, akan di buang melalui feses (tinja). Namun kalsium yang tidak dapat diserap oleh usus justru berdampak menguntungkan karena kalsium dalam usus akan mengikat oksalatyang ada di dalam usus sehingga oksalat juga tidak di serap kedalam darah. Pembentukan batu kalsium di ginjal memerlukan adanya oksalat dalam darah yang juga dibuang melalui ginjal.

 Oksalat merupakan zat yang terdapat dalam bahan makanan seperti gandum, teh, coklat dan beberapa jenis kacang-kacangan. Oksalat dalam makanan akan terikat oleh kalsium makanan di usus akibatnya ikatan ini tidak dapat diserap usus. Keuntungannya adalah berkurangnya oksalat di dalam darah, sehingga berkurang pula kesempatan pertemuan kedua zat ini di dalam urin. Pertemuan kedua zat ini didalam saluran cerna membuahkan batu kalsium.

Bolehkan makan suplemen kalsium? Berbahayakah?

 Kalsiumyang kita makan belum tentu dibuang melalui ginjal, karena banyak faktor diperlukan untuk penyerapan kalsium dari usus masuk kedalam darah. Pada anak-anak penyerapan bisa mencapai 60% dari kalsium yang ada dalam makanan, sedangkan orang dewasa hanya dapat menyerap 20% kalsium yang ada dalam makanan. Maka kebutuhan kalsium orang dewasa lebih besar daripada anak-anak.

Suplemen kalsium yang dijual bebas sangat beragam, ada yang terikat karbonat atau sitrat. Penyerapan oleh tubuh berkisar 33-75%. Kalsium yang terikat proteinlah yang paling mudah diserap oleh tubuh. Dosis yang ditulis dalam kemasan bukanlah dosis kalsium yang sebenarnya (kalsium elemental), namun ditambah zat yang mengikat kalsium.

 Orang yang kekurangan kalsium (osteoporosis), akan melepaskan kalsium dari dalam tulangnya ke dalam darahnya sehingga kadar kalsium didalam darahnya meningkat. Oleh karena itu suplemen kalsium dalam jumlah normal, tidak membahayakan karena justru dengan mencukupi kebutuhan kalsium darah dan akan mencegah peningkatan pelepasan kalsium tulang.

 Makanan apakah yang harus dimakan atau dihindari?

Makanan hewani mengandung banyak protein, bila dikonsumsi dalam jumlah besar, setelah diserap ke dalam darah, kelebihannya tidak dapat dipakai dan akan dibuang oleh tubuh. Pembuangan sisa-sisa protein ini berarti membuangkalsium dan oksalat ke ginjal.

Makan sayur yang cukup banyak, karena sayuran mengandung serat dan asam fitat. Serat, asam fitat dan asam oksalat saling menghambat dalam proses penyerapan, sehingga makan sayur dalam jumlah cukup akan mencegah pembentukan batu kalsium melalui proses penurunan kadar asam oksalat di dalam darah hasil penyerapan dari makanan. 

Hindari makanan yang terlalu banyak mengandung oksalat seperti teh, coklat, bit, kacang-kacangan dan bekatul, karena bila kadar kalsium makanan kita terlalu sedikit, oksalat ini akan di serap tubuh dan masuk kedalam darah, dan bila ada bersama kalsium dalam urin akan mempermudah pembentukan batu.

Garam yang berlebihan akan memicu tubuh melepaskan kalsium kedalam air seni, sehingga, sebaiknya penggunaan garam dibatasi.

 

Minuman bersoda yang mengandung fosfat juga sebaiknya dibatasi karena didalam tubuh terdapat keseimbangan antara kalsium dan fosfor. Fosfor dari minuman bersoda akan meningkatkan pembuangan kalsium ke dalam urin.

Minum air putih yang cukup banyak (tidak terlalu banyak) mengurangi kesempatan pembentukan batu di saluran kemih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.