Nutrisi pada penderita batu ginjal kalsium

 

 Dari mana batu ginjal kalsium berasal?

Batu ginjal disebabkan oleh bersatunya zat kalsium di saluran kemih. Kalsium di saluran kemih berasal dari kalsium dalam darah. Makin tinggi kadar kalsium dalam darah, kecenderungan terjadi batu ginjal makin besar. Namun pembentukan batu ini tidak semudah itu. Diperlukan bahan lain yaitu oksalat yang mempermudah pembentukan  batu, sehingga batu yang terjadi adalah batu kalsium-oksalat.

Kalsium dalam tubuh manusia

Kalsium dalam tubuh manusia, 99% disimpan dalam tulang dan gigi berfungsi sebagai struktur penyangga tubuh. Sedangkan 1-2% beredar dalam darah. Kalsium dalam darah diperoleh dari bahan makananyang diserap melalui saluran cerna, namun juga bisa diperoleh dari pemecahan kalsium yang semula disimpan dalam tulang.

Proses penyerapan kalsium makanan tidaklah sederhana. Diperlukan zat lain untuk membantu penyerapan ion kalsium serta bantuan vitamin D. Setiap hari kalsium dibutuhkan untuk proses normal kehidupan membran sel, penyaluran impuls listrik syaraf, digunakan untuk proses menggerakkan otot, membantu dinding pembuluh darah berdenyut untuk mengalirkan darah, proses pembekuan darah, mengatur metabolisme zat gizi, pengaturan hormon dan ensim dan masih banyak lagi. Kebutuhan harian kalsium elemental pada orang dewasa berkisar 1 gram/ hari. Namun kenyataannya asupan harian dari makanan tidak mencapai 400 mg/hari. Bila asupan tidak mencukupi pada hari itu, maka tubuh akan membongkar matriks tulang sebagai sumber kalsium. Sehingga, pada orang yang kurang mengonsumsi sumber kalsium, kadar kalsium dalam darahnya bisa tetap tinggi hingga suatu saat osteoporosis terjadi.

 Banyak zat dalam bahan makanan seperti fitat dan oksalat yang menghambat penyerapan kalsium. Kalsium yang tidak diserap, akan di buang melalui feses (tinja). Namun kalsium yang tidak dapat diserap oleh usus justru berdampak menguntungkan karena kalsium dalam usus akan mengikat oksalatyang ada di dalam usus sehingga oksalat juga tidak di serap kedalam darah. Pembentukan batu kalsium di ginjal memerlukan adanya oksalat dalam darah yang juga dibuang melalui ginjal.

 Oksalat merupakan zat yang terdapat dalam bahan makanan seperti gandum, teh, coklat dan beberapa jenis kacang-kacangan. Oksalat dalam makanan akan terikat oleh kalsium makanan di usus akibatnya ikatan ini tidak dapat diserap usus. Keuntungannya adalah berkurangnya oksalat di dalam darah, sehingga berkurang pula kesempatan pertemuan kedua zat ini di dalam urin. Pertemuan kedua zat ini didalam saluran cerna membuahkan batu kalsium.

Bolehkan makan suplemen kalsium? Berbahayakah?

 Kalsiumyang kita makan belum tentu dibuang melalui ginjal, karena banyak faktor diperlukan untuk penyerapan kalsium dari usus masuk kedalam darah. Pada anak-anak penyerapan bisa mencapai 60% dari kalsium yang ada dalam makanan, sedangkan orang dewasa hanya dapat menyerap 20% kalsium yang ada dalam makanan. Maka kebutuhan kalsium orang dewasa lebih besar daripada anak-anak.

Suplemen kalsium yang dijual bebas sangat beragam, ada yang terikat karbonat atau sitrat. Penyerapan oleh tubuh berkisar 33-75%. Kalsium yang terikat proteinlah yang paling mudah diserap oleh tubuh. Dosis yang ditulis dalam kemasan bukanlah dosis kalsium yang sebenarnya (kalsium elemental), namun ditambah zat yang mengikat kalsium.

 Orang yang kekurangan kalsium (osteoporosis), akan melepaskan kalsium dari dalam tulangnya ke dalam darahnya sehingga kadar kalsium didalam darahnya meningkat. Oleh karena itu suplemen kalsium dalam jumlah normal, tidak membahayakan karena justru dengan mencukupi kebutuhan kalsium darah dan akan mencegah peningkatan pelepasan kalsium tulang.

 Makanan apakah yang harus dimakan atau dihindari?

Makanan hewani mengandung banyak protein, bila dikonsumsi dalam jumlah besar, setelah diserap ke dalam darah, kelebihannya tidak dapat dipakai dan akan dibuang oleh tubuh. Pembuangan sisa-sisa protein ini berarti membuangkalsium dan oksalat ke ginjal.

Makan sayur yang cukup banyak, karena sayuran mengandung serat dan asam fitat. Serat, asam fitat dan asam oksalat saling menghambat dalam proses penyerapan, sehingga makan sayur dalam jumlah cukup akan mencegah pembentukan batu kalsium melalui proses penurunan kadar asam oksalat di dalam darah hasil penyerapan dari makanan. 

Hindari makanan yang terlalu banyak mengandung oksalat seperti teh, coklat, bit, kacang-kacangan dan bekatul, karena bila kadar kalsium makanan kita terlalu sedikit, oksalat ini akan di serap tubuh dan masuk kedalam darah, dan bila ada bersama kalsium dalam urin akan mempermudah pembentukan batu.

Garam yang berlebihan akan memicu tubuh melepaskan kalsium kedalam air seni, sehingga, sebaiknya penggunaan garam dibatasi.

 

Minuman bersoda yang mengandung fosfat juga sebaiknya dibatasi karena didalam tubuh terdapat keseimbangan antara kalsium dan fosfor. Fosfor dari minuman bersoda akan meningkatkan pembuangan kalsium ke dalam urin.

Minum air putih yang cukup banyak (tidak terlalu banyak) mengurangi kesempatan pembentukan batu di saluran kemih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: