Phytoestrogen

Apa itu fitoestrogen?

 

Fito = tanaman, estrogen = hormone wanita.

Jadi fitoestrogen adalah senyawa kimia yang dapat bekerja seperti estrogen (karena mempunyai cincin fenol), yang diperoleh dari proses pencernaan kita (proses fermentasi serat tanaman oleh bakteri di usus besar) setelah makan tumbuhan tertentu (buah, sayur, biji2an).

 

Ada 3 jenis utama fito estrogen: isoflavon, coumestan, lignan

Isoflavon merupakan nama umum, terdiri dari > 1000 jenis. Yang diteliti terutama genistein dan daidzein karena kandungan zat estrogenic (zat yang bekerja seperti estrogen)nya paling besar.

 

Makanan sumber

Genistein dan deidzein terutama terdapat dalam kedele. Kacang polong, semanggi, lentil dan biji-bijian. Kandungan fitoestrogen tergantung cara memroses kedelainya. Kadar fitoestrogen dari prodak turunan biji kedelai (susu, tepung kedelai) lebih rendah dibandingkan kedelai murni.

Lignan terutama terdapat dalam minyak biji2an seperti flaxseed, dan lebih sedikit dalam lentil, biji gandum utuh, kacang2an, buah dan sayur.

Coumestan lebih jarang dimakan, terutama terdapat dalam semanggi dan kecambah alfalfa

Bagaimana manusia memperoleh fitoestrogen dari tanaman:

 

Bila kita makan tanaman yang disebut diatas, sebenarnya senyawa yang dimakan bukan fitoestrogen yang aktif. Dengan proses ensimatik dalam saluran cerna dan bantuan fermentasi oleh bakteri, senyawa aktif baru diperoleh. Kemampuan mencerna dan menggunakan zat aktif ini berbeda untuk tiap hewan dan manusia maupun jenis kelamin. Dikatakan wanita lebih mudah menggunakannya.

 

Tiap jenis fitoestrogen mempunyai zat aktif yang berbeda, sehingga bekerja direseptor yang berbeda dalam tubuh. Akibatnya mempunyai manfaat yang berbeda-beda pula.

 

Dasar penelitian manfaat kedelai:

 

Penelitian tentang manfaat fitoestrogen dimulai dari kenyataan angka kejadian (insidens) kanker wanita asia lebih rendah dari wanita USA. Selain itu gejala premenopouse wanita Asia juga lebih ringan. Diduga factor genetic atau makanan wanita Asia berbeda dengan USA. Ternyata wanita Asia yang bermigrasi ke USA setelah 2 generasi, angka insidens kanker payudaranya hamper sama dengan masyarakat setempat. Sehingga factor genetic dapat disingkirkan. Kemudian diperiksa jenis makanan orang Asia 20-150 mg kedelai/hari sedangkan wanita USA 1-3 mg/hari.

Dari penelitian tersebut diperkirakan kedelai bermanfaat mencegah gejala menopause, osteoporosis, kanker dan penyakit jantung.

 

Penelitian manfaat fitoestrogen:

 

Hingga saat ini manfaat fitoestrogen dan dosis untuk memperoleh manfaat tersebut masih diteliti dan sangat simpang siur karena penelitian yang besar umumnya dilakukan pada hewan dan dalam laboratorium. Penelitian langsung pada manusia umumnya menggunakan jumlah sampel yang kecil, sehingga kesimpulan untuk menggeneralisasi hasilnya tidak dianjurkan.

 

Beberapa penelitian memperoleh hasil yang berbeda, sebab:

  1. Penggunaan senyawa aktifnya saja ternyata kurang baik, sedangkan bila kita makan produk utuh (makanan aslinya), hasilnya lebih baik. Mungkin karena serat yang dikandung menghasilkan senyawa lain pada proses fermentasi.
  2. Aktifitas senyawa ini berbeda pada tiap manusia, tergantung siklus menstruasi.

 

Pengaruh fitoestrogen yang bisa disimpulkan sementara:

1.      Antioksidan. Senyawa aktifnya adalah equol, yang diperoleh dari biotransformasi daidzein, yaitu senyawa yang diperoleh dari pencernaan kedelai.

2.      Menghambat pertumbuhan kanker pada hewan. Cara kerjanya melalui 1) menghambat kerja DNA (DNA adalah pola untuk membentuk sel baru dengan cetakan yangsama. Sel kanker adalah hasil pembelahan sel baru tapi bentuknya tak mengikuti “pola” awal), 2) menghambat pembentukan pembuluh darah baru (kanker adalah jaringan yang “baru” karena diberi makan oleh pembuluh darah “baru” yang banyak di wilayah itu, 3) meningkatkan apoptosis (tiap sel mempunyai kemampuan bunuh diri, yang sangat diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan jumlah sel. Jadi kalau sel kanker banyak, diharapkan sel itu mau mati sendiri)

      Manfaat pencegahan kanker ini terutama dari genistein melalui jalur penghambatan hidrogen peroksida yang merangsang pertumbuhan tumor dan menghambat ensim tirosin kinase yang menghambat pertumbuhan sel.

3.      Kanker payudara. Genistein mempunyai efek estrogenik yang sangat lemah. Penelitian sel kanker dalam laboratorium, Genistein mempunyai kerja yang berbeda pada kadar estrogen yang berbeda. Pada kadar estrogen tinggi, sifat genistein adalah anti estrogen, pada kadar estrogen rendah (menopause), sifat genistein adalah seperti estrogen. Sehingga pada wanita premenopause kerjanya menghambat terjadinya kanker, namun sebaliknya pada wanita menopause. Namun penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengambil kesimpulan ini.

4.      Penyakit jantung pembuluh darah. Fitoestrogen dikatakan dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan HDL. Juga mencegah pembentukan plak atherosklerosis. Kemungkinan cara kerjanya adalah dengan meningkatkan pembuangan empedu (bahan dasarnya adalah kolesterol darah), menghambat penyerapan lemak karena adanya serat. Pada penelitian ini makan kedelai utuh hasilnya bermakna menurunkan kolesterol dibandingkan makan soy isolat karena peran serta serat dalam menghambat penyerapan dan berkontribusi terhadap penurunan konsumsi hewan (yang kandungan asam lemak jenuhnya tinggi) akibat peningkatan konsumsi kedelai. Selain itu fitoestrogen juga memperbaiki kerja hormon tiroid.

5.      Osteoporosis. Ipriflavone adalah turunan deidzein yang dibuat secara sintetis. Dari penelitian, penggunaan 400 mg/hari selama 2 tahun, memberi efek mencegah osteoporosis. Yang harus diingat, preparat ini adalah sintetis, penggunaan bahan alamiah memerlukan dosis yang sangat tinggi.

6.      Gejala menopause. Dikatakan penelitian menggunakan 45-60 g protein kering yang diisolasi dari kedelai perhari selama 3 minggu, dapat mengurangi gejala kemerahan pada muka akibat menopouse. Yang perlu dipertimbangkan adalah: 1) jumlah ini sangat besar (35 g tempe atau 1 potong ukuran sedang, hanya mengandung 6 g protein basah), 2) keuntungan dan kerugian pemberian fitoestrogen pada wanita menopause.

 

Dosis:

Hingga saat ini belum ada rekomendasi dosis masing-masing senyawa fitoestrogen, karena efektifitas penyerapan tiap jenis fitoestrogen tergantung jumlah dan jenis bakteri komensal yang ada diusus.

 

Kesimpulan:

Hingga saat ini belum ada rekomendasi penggunaan fitoestrogen untuk pengobatan dan batasab keamananya. Paling penting, jangan gunakan 1 jenis bahan makanan saja setelah kita mengetahui efek positifnya bagi kesehatan. Makan yang beragam pasti lebih baik, karena tubuh memerlukan berbagai nutrien. Tetapi mengonsumsi makanan dari tumbuhan (sayur, biji, kacang, buah) dalam jumlah jauh lebih besar dari hewan, pasti lebih baik karena kita akan memperoleh serat, vitamin-mineral lebih banyak dan membatasi asupan lemak jenuh.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: